Keterbukaan merupakan karakter peradaban yang maju bagi seseorang yang bekerja dalam meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan pengalaman serta mengenal karakter orang lain dengan berbagai kebudayaannya.
Orang yang memiliki sifat keterbukaan sangat mungkin menjadi pemimpin yang efektif, dimana orang lain menemukan pada dirinya sifat-sifat positif, interaktif, realistis, dan logis. Sifat-sifat tersebut akan membuatnya memiliki teman banyak dalam pergaulan yang luas. Ia akan dapat memberikan pengaruh yang baik kepada orang lain, yang ada di sekitarnya, dan pengaruhnya itu akan berkembang dengan terjadinya berbagai perubahan positif yang sangat diperlukan demi meraih masa depan yang lebih baik; baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk masyarakat dan negaranya.
Orang yang terbuka akan memiliki kepercayaan diri dengan segala yang dimilikinya, baik berupa ilmu pengetahuan maupun nilai-nilai kebaikan, dalam situasi dan harmoni dengan dirinya serta orang yang ada di sekitarnya dengan segala perbedaan yang ada. Secara positif ia akan memberikan peluang kepada orang lain untuk interaktif dan terbukanya ruang dialog yang sangat efektif, dan tentu akan membuat mereka tertarik atau simpatik kepadanya - sebagai seorang pemimpin.
Orang yang terbuka adalah orang yang memiliki semangat tinggi untuk mengadopsi ide-ide cerdas yang disampaikan orang lain. Di samping itu seseorang yang terbuka akan semakin dekat (dalam dialog-dialog), yang dengan demikian akan semakin mendekatkan dirinya dengan kesuksesannya, karena dialah orangnya yang memiliki pola pikir inovatif dan solutif. Dengan sikap dan kompetensi ini tentunya akan membuat orang lain mengaguminya, sehingga mengangkat dan memperkokoh kedudukan dan posisinya sebagai seorang pemimpin.